"Tapi ini bukan menjadi tanggung jawab kapolda saja. Melainkan instansi TNI-Polri," ujar dia.
Dia mengatakan, bila dibandingkan dengan institusi TNI, mereka telah melakukan kaderisasi bagi putra-putri daerah di jabatan strategis, semisal mantan Wakasad TNI AD sempat diamanahkan kepada Letjen (Purn) Herman Asaribab.
Lalu Letjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau yang pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Teritorial TNI AD, dan Letjen TNI Ali Hamdan Bogra sebagai Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat.
Dia menilai, kebijakan penempatan jabatan di TNI bagi putra-putri asli Papua juga dapat dilakukan di unsur Polri untuk memberdayakan orang asli Papua.
"Sehingga, putra putri asli Papua yang mengabdikan dirinya di institusi Polri dapat diberikan amanah yang lebih besar, tidak hanya di wilayah Papua tetapi juga di luar Papua," katanya.