Kapolda Papua Jelaskan Alasan Belum Berhasil Bebaskan Pilot Susi Air yang Disandera KKB

Antara
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri. (Foto : Fredy Nuboba).

JAYAPURA, iNews.id - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menjelaskan alasan aparat belum berhasil membebaskan pilot Susi Air yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Saat ini, upaya pembebasan masih terus dilakukan.

Dia mengatakan, aparat keamanan tidak akan melakukan langkah gegabah yang dapat menimbulkan korban jiwa, warga sipil maupun sandera. 

"Oleh karena itulah, berbagai pendekatan terus dilakukan, terutama melalui para tokoh agar tidak menimbulkan jatuh korban," ujar Fakhiri di Jayapura, Sabtu (4/3/2023).

Laporan yang diterima, kata dia posisi pilot Susi Air asal Selandia Baru yang disandera KKB itu terus berpindah-pindah. "Yang pasti, baik sandera maupun KKB pimpinan Egianus Kogoya sudah tidak berada di Kabupaten Nduga," ucapnya.

Menurutnya, tidak mudah membebaskan sandera tersebut karena harus diperhitungkan dengan cermat karena di sekelilingnya banyak warga sipil, termasuk anak-anak.

KKB dinilai sengaja menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup agar jika aparat keamanan bertindak tegas dan menimbulkan korban jiwa akan dinyatakan pelanggaran HAM.

"Mudah-mudahan pembebasan dapat segera dilakukan tanpa ada korban jiwa," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

10 Pendulang Emas Tewas Diserang KKB, Aparat Evakuasi Korban dan Kejar Pelaku ke Hutan

57 tahun lalu

Petinggi KKB Ditangkap di Yahukimo, Amunisi hingga Sajam Disita Aparat

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

Polda Papua Siaga Penuh Jelang Persipura vs Adhyaksa, Kerahkan 700 Personel Gabungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal