“Namun, satu penumpang harus dievakuasi bersama seorang ibu hamil ke RSUD Mimika akibat kelelahan. Mereka perlu mendapat penanganan medis,” katanya.
Dari informasi Basarnas, kapal tersebut berangkat dari Distrik Fayid, Kabupaten Asmat pada Kamis, 9 Mei 2019 pukul 15.00 WIT. Kapal direncanakan tiba di Agats pada hari itu juga pukul 22.00 WIT. Namun, di tengah perjalanan, kapal kehabisan bahan bakar sehingga hanya bisa terapung dan dibawa arus air laut.
Selama terapung, para penumpang hanya makan sagu dan minum air laut. Sementara itu, Perairan Dobo juga dilanda gelombang tinggi. Untuk meringankan beban kapal, mereka terpaksa membuang mesin longboat dan sejumlah barang bawaan.
Beruntung kapal tersebut bertemu dengan kapal pencari ikan mereka dapat diselamatkan. Selanjutnya, kapal SAR dan TNI Angkatan Laut mengevakuasi mereka dan membawa ke Timika.
“Selama di laut, kami hanya makan sagu kosong dan minum air garam. Barang-barang kami buang ke laut,” kata salah satu penumpang, Kalvin Kawem.