“Helikopter tersebut akan mendukung tugas-tugas Koarmada III baik operasi, latihan, dan bantuan kemanusiaan. Dalam kegiatan operasi penegakan kedaulatan dan hukum di laut wilayah kerja Koarmada III, helikopter on board KRI sebagai salah satu kepanjangan mata dan telinga kapal,” kata Komandan Satuan Udara Koarmada III Kolonel Laut (P) Maarif, melalui keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020).
Selain itu, helikopter juga mendukung latihan Satuan Komando Pasukan Katak dan Pasukan Marinir antara lain fast rope, stabo, heli water jump, free fall, GKK Lintas Heli atau mobil udara, rappelling, dan evakuasi medis udara, dan sejumlah materi latihan lainnya.
Heli juga dapat dikerahkan untuk melaksanakan bantuan kemanusiaan dan search and resque). Dengan demikian peran helikopter yang merupakan salah satu komponen Sistem Senjata Armada Terpadu, memiliki tugas pokok sangat penting dalam mendukung keberhasilan tugas Koarmada III.
Helikopter canggih ini buatan PT Dirgantara Indonesia di bawah lisensi Bell Textron Inc Kanada. Heli dapat melesat sejauh 687 km selama empat jam. Ini dengan asumsi kecepatan jelajah hingga 120 knots endurance, tanki cadangan 3,5 jam serta jarak tempuh hingga kurang lebih 420 nautical mile (NM).
Helikopter andalan Koarmada III ini mampu mengangkut 15 orang pasukan dengan rincian, 2 pilot dan co-pilot serta 13 penumpang.