"Saya juga ketemu dengan Ibu Lukas Enemb, terus dengan kawan-kawannya, saudara-saudaranya. Bahkan tadi ada ketemu kakak perempuan dan kami rangkulan penuh hangat dan kekeluargaan. Nah, di situlah letak yang tertinggi bagaimana kita bisa menjaga hubungan sesama anak bangsa dan bagaimana kita bisa menghormati keselamatan jiwa itu hukum tertinggi, kira-kira itu," katanya lagi.
Dalam pemeriksaan ini, Firli menyebut ada empat dokter IDI yang dibawa KPK, yaitu dua dokter dari IDI Pusat dan dua dokter dari Jayapura. Para dokter ini memperhatikan kondisi kesehatan Lukas Enembe.
"Kami ingin memastikan kondisi Bapak Gubernur Lukas Enembe. Nanti tim dokter akan kembali dalam waktu yang dekat, namun IDI yang menentukan jadwalnya. Kami tidak ingin intervensi indepedensi IDI," ujarnya.
Sebagai Ketua KPK, Firli menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Lukas Enembe bersama keluarga besar yang sudah kooperatif menerima kedatangan mereka. Proses selanjutnya akan melihat hasil kesehatan Lukas Enembe..
"Proses penegakan tetap berjalan, tapi yang kita utamakan kondisi kesehatan. Karena sekali lagi saya ingin sampaikan tugas pokok penegakan hukum itu kita tidak boleh melupakan hak-hak kemanusiaan termasuk juga kesehatan sehingga kami akan tetap berproses," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Firli juga ingin menyampaikan kepada publik KPK melakukan tugasnya sesuai prosedur. Tidak ada politisasi, opini dan juga kriminalisasi.
"Ini murni berdasarkan bukti permulaan cukup telah terjadi suatu peristiwa. Karena itu KPK melakukan penyidikan dan melakukan tindakan-tindakan dalam rangka mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti sehingga kita semua paham terkait dengan perkara ini sesuai hukum yang berlaku," ujar Firli.