"'Lakum Dinukum Waliyadin, agamamu ya agamamu, agama kita ya agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, tidak ada masalah," katanya.
Dia mengingatkan, sebagai mentri atau pejabat publik sebaiknya berhati-hati mengomentari suatu persoalan. Yaqut disarankan lebih fokus mengurus persoalan yang menyangkut kebutuhan hidup masyarakat.
"Hati-hati para pejabat seluruh Indonesia, khususnya menteri-menteri mengomentari persoalan- persoalan agama, mulai sekarang berhenti, setop, harusnya kita berbicara masalah pemberantasan kemiskinan, pemberantasan buta huruf dan persoalan-persoalan yang banyak dialami oleh umat kita, jangan membuat statmen yang menjadi gaduh," ucapnya.