"Saya hanya memperingatkan jangan ambil banyak-banyak. Saya hanya jaga sendirian, tidak ada teman, situs ini memang kekurangan SDM," ujar dia.
Peneliti senior Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, menyebut pohon-pohon kayu putih di Tutari terbilang unik. Karena tidak bisa tumbuh saat ditanam di tempat lain.
"Mulanya pohon kayu putih ini ditanam untuk penghijauan, karena kondisi situs yang gersang dan panas. Tapi sekarang tidak terpisahkan dengan Situs Tutari," katanya.