Dalam aksi tersebut, massa membakar beberapa kantor pemerintah, rumah dan pertokoan. Bandara Wamena juga ditutup imbas kebakaran. Kantor Bupati Jayawijaya ikut jadi sasaran amukan pengunjuk rasa.
Demo massa diduga dipicu oleh tindakan rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena yang kemudian menyebar luas dan menimbulkan kemarahan masyarakat lokal. Namun, polisi menyatakan tindakan rasial itu hoaks alias bohong.
Kamal mengatakan, massa bertindak karena termakan isu hoaks rasis seorang guru. Isu, tersebut, menurut dia, sengaja disebar untuk membuat kekacauan.