Menurutnya, para KKB ini datang dan langsung menyerang tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia juga tak sempat melihat kondisi rekan-rekannya yang lain karena hanya fokus menyelamatkan diri.
"Nanti baru saya dengar ada korban yang meninggal dan beberapa luka-luka," katanya.
Cerita yang sama diungkapkan Martinus Bala, salah satu korban selamat dari serangan KKB meski terluka. Dia mengaku kejadian begitu cepat, tiba-tiba sudah dikepung puluhan KKB.
"Ada 10 orang yang mengeliling kami langsung panah. Di belakang mereka ada puluhan lainnya. Saya lari selamatkan diri, nanti di jalan baru terasa ternyata dua jari saya putus, seperti kena parang," ujarnya.
Diketahui, dalam serangan KKB ini 1 orang tewas, 3 luka-luka dan 18 lainnya berhasil selamat. Para korban langsung dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. KKB menyerang dengan pistol, senjata laras panjang, busur hingga parang.