Bocah di Jayawijaya Diduga Jadi Korban Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas

Chanry Andrew Suripatty
Dokumentasi korban semasa hidup yang diduga jadi korban aniaya orang terdekat hingga tewas. (Foto: iNews/Andrew Chan)

WAMENA, iNews.id – Penderitaan Clarita (9) menahan rasa sakit di sekujur tubuh akhirnya berakhir. Dia mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat 19 Februari 2018, setelah dua hari berjuang dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Wamena.

Kondisi tubuh Clarita saat pertama kali dibawa ibunya berinisial R ke rumah sakit sangat memprihatinkan. Dia sudah tidak sadarkan diri sejak awal masuk RS hingga dua hari perawatan dan ajal menjemputnya. Bagian kepala gadis mungil itu penuh luka terbuka dan luka bakar.

Keterangan seorang kerabat korban, Clarita diduga menjadi korban penganiayaan ibu kandungnya. Ibu korban diketahui telah bercerai dengan suaminya seorang anggota brigade mobile (brimob).

"Ini sudah sangat keji. Waktu korban dibawa ke RSUD, R bilang ke dokter anaknya (Clarita) terkena penyakit sarampa. Lalu dokter yang memeriksa kondisi korban membantah dengan mengatakan korban alami penganiayaan, korban diduga mengalami luka bakar sekujur tubuh," ucap seorang kerabat korban yang enggan menyebutkan namanya.

Kematian Clarita lalu dilaporkan ke Polres Jayawijaya oleh seseorang yang menilai penyebabnya karena tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur. “Kami sudah menerima laporan soal dugaan kekerasan dan sedang diselidiki unit perlindungan perempuan dan anak (PPA),” kata Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba, Sabtu (20/1/2017) siang.

Dia mengatakan, segera memanggil keluarga dekat korban untuk dimintai keterangan, termasuk ibu korban R. Polisi juga akan memeriksa para bidan dan dokter yang merawat anak itu hingga meninggal dunia.

"Kondisi anak ini yang kritis hingga meninggal dunia cukup parah karena di sekujur tubuh dipenuhi luka-luka,"  kata Reba.

Reba menilai, kasus ini tergolong bukan kasus biasa. Kepolisian telah menemukan adanya tindak kekerasan fisik pada anak tersebut. "Kami akan mengonfirmasi dan mencari tahu pelaku yang tega menganiaya. Untuk hasil visum, kami sudah menyurati RSUD Wamena segera menyerahkannya begitu sudah keluar,” tuturnya.

Kasus ini juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya. Wakil Bupati  Jayawijaya Jhon R Banua menyempatkan waktu menengok jenazah korban. Dia sangat menyayangkan tindakan kekerasan pelaku terhadap anak di bawah umur hingga akhirnya tewas. Jhon juga berharap pihak kepolisian segera menangani kasus itu.

"Kami serahkan semuanya kepada kepolisian untuk mengungkap kasus ini sehingga tidak terulang kembali di Jayawijaya," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wali Kota Jogja Janji Kawal Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha hingga Tuntas

57 tahun lalu

Kesaksian Warga Jogja soal Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha

57 tahun lalu

Olah TKP Penembakan Bripka Marsidon di Wamena, Polisi Temukan 4 Selongsong Peluru

57 tahun lalu

Kronologi Anggota Polisi Ditembak OTK usai Antar Korban Laka di Depan RSUD Wamena

57 tahun lalu

Anggota Satlantas Polres Jayawijaya Ditembak OTK Gunakan Senjata Api Laras Panjang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal