Sambil menunggu perkembangan serta kebijakan selanjutnya, sekolah diminta melanjutkan pembelajaran jarak jauh dengan menerapkan sistem daring maupun luring dengan memberikan modul pendidikan.
Juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap menilai, penundaan belajar tatap muka yang ditempuh dinas pendidikan merupakan langkah yang tepat.
Dia menjelaskan, angka penularan Covid-19 di Papua Barat masih cukup tinggi. Sesuai data pemeriksaan sampel tes swab. Temuan kasus positif masih di atas 50 persen.
"Misalnya ada 20 sampel yang kita periksa, temuan kasus positif dari sampel itu lebih dari 10. Ini yang harus menjadi perhatian kita," ujarnya.