Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Yahukimo langsung mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi para guru dan tenaga kesehatan demi keselamatan mereka. Pada hari pertama evakuasi, sebanyak 58 orang dipindahkan ke Jayapura.
Sementara di hari kedua, jumlah yang dievakuasi mencapai ratusan orang dan dipindahkan ke Ibu Kota Dekai.
Bupati Didimus Yahuli menegaskan seluruh guru dan tenaga kesehatan yang ditempatkan di pedalaman Yahukimo merupakan warga sipil yang telah bertugas sejak 2021. Dia juga memastikan proses rekrutmen tenaga pendidik dan kesehatan dilakukan secara transparan serta memenuhi persyaratan ketat.
“Tudingan dari kelompok tertentu yang menyebut nakes dan guru ini adalah mata-mata, saya pastikan itu tidak benar. Rekrutmen mereka dilakukan secara terbuka dan dengan syarat yang ketat. Jadi sekali lagi, saya tegaskan mereka bukan mata-mata,” ujarnya, Minggu (23/3/2025).
Bupati Yahuli bahkan menantang pihak-pihak yang menuduh untuk membuktikan klaim mereka.