2 Warga Australia Pasok Senjata ke OPM Papua, DPR Desak Polri Gerak Cepat

Ahmad al Fiqri
Aparat gabungan TNI dan Polri menemukan persenjataan dan barang lainnya milik Organisasi Papua Merdeka (OPM) selama berada di Distrik Bibida, Paniai, Papua Tengah. (Foto: Kodam Cenderawasih).

JAKARTA, iNews.id – Anggota Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menyoroti dugaan penyelundupan senjata kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang melibatkan warga Australia. 

Dia mendesak pemerintah segera mengambil langkah diplomatik sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga.

Hal itu disampaikan Hasanuddin usai otoritas Australia menangkap dua pria asal negaranya yang diduga memasok senjata api dan peralatan militer untuk Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-OPM (TPNPB-OPM).

“KBRI di Canberra harus segera menggali informasi detail terkait proses hukum kedua warga Australia itu, sekaligus membuka jalur pertukaran informasi antara Indonesia dan Australia mengenai jaringan serta modus penyelundupan,” ujar Hasanuddin, Senin (15/9/2025). 

Ia menambahkan, Polri harus memaksimalkan kerja sama yang sudah terjalin erat dengan kepolisian Australia. “Perjanjian kerja sama di bidang kepolisian harus benar-benar dioptimalkan, terutama dalam pertukaran data soal jaringan dan cara kerja penyelundup senjata,” katanya.

Tak hanya itu, Hasanuddin meminta pengawasan di pintu masuk perbatasan darat, laut, hingga udara diperketat.

“Imigrasi, Bea Cukai, dan patroli TNI di garis depan wajib meningkatkan kewaspadaan. Patroli udara juga perlu ditingkatkan,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Operasi TNI di Papua, 8 Anggota OPM Ditembak di Puncak Jaya dan Intan Jaya

57 tahun lalu

Jelang HUT RI, Koops Habema Tangkap 8 OPM dalam Kontak Tembak, 3 di Antaranya Tewas

57 tahun lalu

Mencekam! OPM Serang Warga Tembagapura, Anak Perempuan Tewas Ditembak

57 tahun lalu

Aparat TNI-Polri Buru Penembak ASN hingga Tewas di Yahukimo, Pelaku Diduga OPM

57 tahun lalu

Teror OPM di Maybrat, Warga Mengungsi ke Hutan karena Takut dan Kerap Dipalak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal