SORONG, iNews.id - Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Banjir Kota Sorong di kantor wali kota, Kamis (30/7/2020) berlangsung ricuh. Polisi dan mahasiswa saling dorong yang berujung saling pukul, dengan kayu.
Akibat insiden itu, dua polisi mengalami luka-luka terkena pukulan benda tumpul. Dua oknum mahasiswa yang diduga sebagai provokator kemudian diamankan petugas.
Awalnya aksi Aliansi Mahasiswa yang menuntut Pemkot Sorong segera menyelesaikan masalah banjir berlangsung aman. Mereka awalnya melakukan longmarch menuju kantor wali kota.
Namun tiba di kantor wali kota, sejumlah mahasiswa membakar ban bekas. Aksi itu kemudian dilarang petugas Satpol PP. Larangan tersebut membuat mahasiswa marah hingga terjadi aksi adu mulut dan saling dorong.
Polisi yang hendak melerai justru mendapat perlawanan dari mahasiswa. Situasi semakin memanas di mana mahasiswa dan polisi, serta petugas Satpol PP terlibat aksi saling dorong dan saling pukul menggunakan kayu.