Melihat kondisi tersebut, AP (22) mahasiswa USTJ asal Dok IX Jayapura ikut melompat untuk membantu. Sayangnya, dia justru ikut terseret arus dan hilang.
Korban pertama, VR, berhasil ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa. Dia sempat dibawa ke Puskesmas Depapre sebelum dirujuk ke RSUD Yowari dan dinyatakan meninggal dunia.
Sementara korban kedua, AP, hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR bersama aparat kepolisian. Upaya pertolongan awal yang dilakukan rekan korban dan warga sekitar tidak membuahkan hasil.
Kapolsek Depapre menegaskan lokasi Tanjung Pistol Pantai Amay bukan area aman untuk berenang. Arus laut di kawasan itu dikenal sangat kuat dan berbahaya.
“Dengan adanya kejadian ini, kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak berenang di lokasi berbahaya seperti Tanjung Pistol, mengingat ombak dan arus di sana sangat deras,” kata Ipda Akhsani Taqwim.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap korban AP masih terus dilakukan dengan melibatkan Kantor SAR Jayapura. Tim gabungan menyisir perairan sekitar untuk menemukan keberadaan korban yang hilang.