"Secara berulang-ulang keluarga pasien melontarkan kata-kata hinaan terhadap saya dan profesi dokter, dengan tudingan malapraktek, padahal saya berani bertanggungjawab terhadap obat-obatan yang saya berikan," ujarnya.
Dia juga menyesalkan sikap pimpinan RSUD dan Pemerintah Kabupaten Fakfak yang sama sekali tidak mengambil langkah dalam situasi yang menimpa dirinya bersama rekannya, dr Subhan Rumoning.
"Harusnya, institusi melindungi saya, tapi justru saya dibenturkan dengan keluarga pasien dan ini terjadi berulang kali," katanya.