Cara memainkannya mudah, salah satu sisinya ditiup. Secara bersamaan benang anggrek ditarik untuk mengatur tinggi rendahnya nada.
Diyakini, nada yang dihasilkan dapat diterjemahkan sebagai bentuk pernyataan kesedihan, cinta, kegembiraan bahkan kebencian.
Bahkan pemuda Suku Mee kerap menggunakan Kaido untuk mengungkapkan perasaan cinta terhadap lawan jenis.
Satu lagi alat musik Papua yang terbuat dari bambu. Bagian atas bambu disayat hingga dalamnya terlihat. Kemudian, pada bagian atasnya diikatkan beberapa utas tali.
Krombi dimainkan dengan cara dipukul pada bagian tali tersebut menggunakan sebatang bambu kecil. Sama seperti Kaido, Krombi kerap digunakan sebagai pengiring upacara dan pesta adat.