1.300 Warga Tembagapura yang Terisolasi Dapat Bantuan Makanan

Chanry Andrew Suripatty
Perwakilan warga dari Kampung Banti dan Utikini menerima bantuan dari Satgas Terpadu Polri dan TNI di daerah Banti Gate. Bantuan ini akan disalurkan kepada warga dua kampung yang terisolasi karena dilarang KKB keluar kampung. (Foto: iNews/Chanry And

TEMBAGAPURA, iNews.id – Tim Satgas Terpadu TNI-Polri berhasil mendistribusikan bantuan bahan makanan dan obat-obatan bagi 1.300 warga di Kampung Banti dan Kimbely, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu siang (11/11/2017). Warga kedua kampung ini terisolasi sejak beberapa hari terakhir karena dilarang keluar kampung oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Logistik sebanyak dua kontainer diserahkan kepada masing-masing kepala Kampung Banti dan Kimbely ini oleh Satgas Terpadu Polri dan TNI di daerah Banti Gate, sekitar Polsek Tembagapura. Dua kontainer bahan makanan dan obat-obatan dari Pemda Mimika ini untuk mencegah warga kelaparan dan sakit setelah terisolasi beberapa hari.

Distribusi bahan makanan dan obat-obatan ini dikawal pasukan Satgas Terpadu yang telah berada di daerah Banti untuk menyiapkan evakuasi warga dari dua kampung tesebut. Pembagian bantuan juga disaksikan para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kepala Distrik Tembagapura Martinus Nugoba mengharapkan, pertikaian di daerah Banti dan Kimbely ini dapat segera diselesaikan. Warga tentu ingin hidup dengan damai. “Di sini ada jalan umu, jadi seharusnya jalan ini dibuka untuk masyarakat umum, tidak dipalang agar warga tidak  terisolasi,” kata Martinus.  

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Papua Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal mengatakan, hingga saat ini Satgas Terpadu yang dibentuk beberapa waktu lalu masih mengupayakan negosiasi dengan KKB. Satgas terpadu juga masih melakukan upaya persuasif agar situasi keamanan di Distrik Tembagapura dapat kembali normal.

Polda Papua sebelumnya telah mengumumkan 21 nama anggota KKB masuk daftar pencarian orang (DPO). Kelompok ini dinilai kerap mengklaim diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Polda Papua berharap ke-21 DPO tersebut dapat menyerahkan diri dengan sukarela kepada pihak kepolisian.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

10 Pendulang Emas Tewas Diserang KKB, Aparat Evakuasi Korban dan Kejar Pelaku ke Hutan

57 tahun lalu

Petinggi KKB Ditangkap di Yahukimo, Amunisi hingga Sajam Disita Aparat

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

Mencekam! OPM Serang Warga Tembagapura, Anak Perempuan Tewas Ditembak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal