Tim evakuasi tiba di lokasi korban Danau Segara Anak sekitar Pukul 00.00 WITA dan langsung melakukan observasi awal oleh tim kesehatan EMHC.
Selanjutnya pukul 08.00 WITA, 13 Juni 2021, tim evakuasi berangkat dari danau membawa korban naik ke Pelawangan Sembalun bersama dengan rombongan.
"Meninggalnya sekitar pukul 09.14 Wita, setelah berjalan selama satu jam. tim baru sampai di posisi jembatan untuk istirahat, bermaksud membenahi posisi angkut korban agar lebih memperkuat dan memudahkan proses evakuasi. namun setelah korban diturunkan, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Dedy.
Pukul 17.00 WITA, ditambahkan, tim evakuasi dan jenazah korban tiba di Bawak Nao dan langsung disambut oleh Tim Kesehatan EMHC, ambulans Puskesmas Sembalun, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, Kepala Resort Sembalun dan Kepala Resort Senaru. Selanjutnya jenazah dibawa ke Puskesmas Sembalun untuk dilakukan visum.
"Pukul 18.00 wita, setelah proses visum dilakukan. Jenazah korban diantar ke rumah duka dengan ambulans dan dikawal oleh personel Polsek Sembalun serta di dampingi Kepala Resort Sembalun, Kepala Resort Senaru dan EMHC," katanya.
Untuk diketahui, rombongan pendaki peziarah berobat masuk melalui pintu Senange jalur pendakian Torean pada Kamis 10 Juni 2021 program tiga hari dua malam. Rombongan tersebut berjumlah 17 orang, sebelumnya korban dalam keadaan sehat saat melakukan pendakian dan tidak mempunyai riwayat penyakit kronis lainnya.
Tujuan korban berendam di airpanas (Aik kalak) karena korban lagi mengidap penyakit kulit berupa gatal-gatal. Korban saat mendaki membawa putranya yang masik anak-anak bernama Alim.