Adapun Kepala Balai Prasarana Dan Pemukiman Wilayah NTB Ika Sri Rejeki menilai, dengan kehadiran Kotaku khususnya program Tabako akan menambah perputaran perekonomian masyarakat di daerah tersebut. Hal itu karena masyarakat akan diberikan kesempatan untuk mengelola kawasan tersebut sesuai dengan arahan Pemerintah Kota Mataram.
Selain itu, Ika menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu kegiatan dari Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian PUPR, yaitu ‘100-0-100’. Di mana 100 persen air minum dapat terlayani, nol persen rumah kumuh perkotaan, dan 100 persen sanitasi dapat tercapai, dengan target yang dapat terpenuhi diperkirakan pada 2024.
“Direktorat jenderal cipta karya sangat fokus, program Kotaku sangat melibatkan masyarakat,” katanya.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memacu perubahan perilaku masyarakat, seperti halnya tidak membuang sampah di kali. Selain itu, juga agar dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (CM)