Tradisi Bau Nyale Suku Sasak di Lombok Tengah, Dipercaya Jelmaan Putri Mandalika

Antara
Warga Suku Sasak, Lombok tengah, NTB melakukan tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing laut sejak subuh hingga siang. (Foto: Antara)

LOMBOK TENGAH, iNews.idTradisi Bau NyaleSuku Sasak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan agenda wisata tahunan untuk menarik kunjungan wisatawan asing maupun domestik.

Di tengah pandemic Covid-19, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan suasana yang nyaman khususnya di destinasi wisata. 

Bentangan pantai yang indah didukung juga dengan tradisi masyarakat yang masih kental menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke daerah yang dijuluki Gumi Tatas Tuhu Trasna ini. "Menjelang MotoGP ada tradisi Bau Nyale," kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lendek Jayadi, Minggu (13/2/2022).

Kesempatan itu sebagai wujud memelihara atraksi budaya yang sudah menjadi peninggalan leluhur masyarakat Sasak Lombok. 

Dia menjelaskan, Bau Nyale, sebuah tradisi suku terbesar di Lombok, pulau seluas 4.725 kilometer persegi dengan garis pantai sepanjang 1.364 kilometer dan menjadi bagian penting dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Terjang Permukiman di Kuta Mandalika, Tembok Rumah Roboh dan Kendaraan Hanyut

57 tahun lalu

Berburu Butiran Emas, Ratusan Warga Serbu Sungai di Praya Barat Daya Lombok Tengah

57 tahun lalu

Lalui Medan Terjal, Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki Tewas Terjatuh di Gunung Rinjani

57 tahun lalu

5 Bocah SD Jadi Korban Pelecehan Seksual ASN di Kantin, Pelaku Sasar Siswa Piket Pagi

57 tahun lalu

ASN di Lombok Tengah Jadi Tersangka Pelecehan Seksual 5 Bocah SD 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal