Setelah sama-sama merasa cinta, dirinya mengajak keduanya untuk menikah di malam yang bersamaan, namun keduanya tidak tahu akan dimadu.
Pada tanggal 20 Juli menikah dan akad pernikahan dilaksanakan tanggal 26 Juli di rumahnya dan disaksikan oleh warga.
"Saya tidak kasih tahu. Setelah di rumah, keduanya baru tahu mereka dimadu," ujarnya.
Sementara, Khusnul mengatakan, bahwa saat dibawa lari untuk menikah dia tidak tahu akan ada madunya. Namun, ia hanya bisa menerima jodohnya itu dengan baik.
"Namanya jodoh, saya akan jalani saja. Saya tahu setelah di rumahnya," ujarnya.
Camat Pujut, Lalu Sungkul mengatakan, pernikahan Korik Akbar dengan dua istrinya berlangsung pada 26 Juli.