Pria yang akrab disapa IJU ini menambahkan, di Desa Mareje sudah cukup lama antar agama duduk berdampingan, saling menghargai. Dia pun yakin, masyarakat sudah cukup dewasa menyikapi konflik yang terjadi.
“Terakhir saya terima informasi, kedua belah pihak sudah saling memaafkan. Mari tetap jaga bersama kondusifitas daerah kita ini,” imbuhnya.
Ricuh di Desa Mareje sejatinya telah melalui mediasi, situasi aman tersebut terprovokasi kembali dan pada Selasa (3/5) malam dengan terjadinya aksi pembakaran enam rumah di Dusun Ganjar.
Dari kejadian tersebut Polri menerjunkan pasukan Brimob, Dalmas, dan Sabhara serta fungsi kepolisian lainnya guna menenangkan mereka.
Akibat dari aksi tersebut, tujuh warga Dusun Ganjar mengungsi ke Polda NTB dan 16 lainnya ke Polres Lombok Barat. Pada saat ini dilakukan pelayanan psikososial oleh Biro SDM Polda NTB.(*)