”Demografi dan preferensi pemilih sudah jauh berubah di NTB dalam lima tahun terakhir,” ucapnya.
Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode yang akarab disapa Didu ini menuturkan, berdasarkan hasil kajian Mi6, preferensi pemilih di NTB di 2024 kini sudah terbelah tiga seiring dengan tiga pasang calon presiden dan wakil presiden yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Masalahnya, kata dia basis pemilih Prabowo di NTB, memiliki irisan yang sama dengan basis pemilih pasangan Anies-Muhaimin. Sehingga, dukungan ke Prabowo sudah pasti tidak akan sekencang dukungan di Pilpres sebelumnya.
Sementara di sisi lain, basis dukungan kalangan nasionalis yang dimotori PDIP di NTB, dinilai akan solid ke pasangan Ganjar-Mahfud, bahkan bisa meraup tambahan seiring dengan bergabungnya Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Perindo sebagai penyokong pasangan Ganjar-Mahfud.
Menurutnya, PPP merupakan partai pemenang ketiga di NTB dalam Pemilu 2019. Sementara dari sisi partai berbasis Islam, PPP merupakan partai dengan perolehan suara tertinggi di NTB. Sementara Partai Perindo, seperti yang sudah diketahui khalayak, merupakan partai yang dimotori pula tokoh sentral NTB, TGB HM Zainul Majdi yang kini juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI).