Melihat Dusun Pedek yang Jadi Lokasi Pengemis Online di TikTok

Tika Vidya Utami
Dusun Pedek, Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, sedang menjadi sorotan. Sebab, ada warganya yang menjadi ngemis online di TikTok. (Foto:Ist)

Meski bekerja dari pagi hingga sore, mereka hanya diberi upah yang minim. Hal tersebut tidak sebanding dengan pendapatan mandi lumpur di TikTok, yang dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Kemiskinan merupakan permasalahan yang di hadapi Kabupaten Lombok Tengah. Pada 2021, angka kemiskinan di Lombok Tengah mencapai 13, 44, terbilang tinggi bila dibandingkan dengan beberapa kota/kabupaten lain di NTB. 

Kemiskinan di wilayah ini antara lain disebabkan rendahnya penghasilan masyarakat dan disertai dengan tingginya angka pengangguran.

Meski demikian, angka kemiskinan penduduk di Kabupaten Lombok Tengah pada 2022 mengalami penurunan yaitu menjadi 12,89 persen. 

Menurut Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Lombok Tengah Lalu Wiranata, penurunan kemiskinan di Lombok Tengah ini dipengaruhi kegiatan pembangunan di KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika dan kegiatan berskala internasional yang diselenggarakan di wilayah tersebut. 

Tak hanya itu, kegiatan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang sempat lesu akibat Covid-19 pun kembali tumbuh. 

Meski angka kemiskinan di Lombok Tengah turun, namun di lapangan, tepatnya di Dusun Pedek, Desa Setanggor, warganya rela mengemis online di TikTok guna mengubah nasibnya. Hal ini karena pendapatan yang diperolehnya sangat minim. 

Menanggapi fenomena ngemis online di Desa Setanggor, anggota Polsek Paraya Barat turun ke lapangan guna mengecek serta melihat kondisi di Dusun Pedek, Desa Setanggor. Pihak kepolisian meminta warga untuk tidak berlebihan.

Pemerintah, melalui Surat Edaran Menteri Sosial juga telah mengimbau pemerintah daerah untuk mencegah kegiatan mengemis yang mengeksploitasi lansia, anak, penyandang disabilitas, atau kelompok rentan, baik itu yang dilakukan secara offline maupun online di media sosial. 

Akan tetapi, salah satu tokoh masyarakat Dusun Pedek, Sadli, berharap kepolisian serta pemerintah memberikan izin terkait konten ngemis online TikTok. 

Menurutnya, aksi tersebut murni keinginan masing-masing untuk mengubah nasibnya agar dapat hidup lebih baik lagi.

Editor : Candra Setia Budi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pengelola Panti Asuhan Ngemis Online Eksploitasi Anak, TikTok Indonesia Angkat Bicara 

57 tahun lalu

Ngemis Online, Pengelola Panti Asuhan di Medan Ditangkap Polisi Gegara Eksploitasi Anak

57 tahun lalu

Kampung Miliarder di Majalengka, Warga Hidup Tajir dari Usaha Keripik 

57 tahun lalu

Pasutri di Kuningan Hidup Bersama Ular Besar, Jadi Teman Main Balita

57 tahun lalu

Kisah Pria Tua Hidup 10 Tahun di Rumah Terbengkalai, Ternyata Mantan Bos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal