Limbah Medis di RSUD Mataram Capai 300 Kg per Hari, Rumah Sakit Hanya Bisa Olah 50 Persen

Antara
Mesin insinerator untuk mengolah limbah infeksius di RSUD Kota Mataram (Foto: Antara/Nirkomala

Selain itu, pihak RSUD dan warga sekitar juga memiliki kesepakatan pembakaran limbah medis infeksius hanya boleh dilakukan sekali dalam sehari.

"Atas hal itu juga yang menyebabkan mesin kita hanya mampu mengolah 50 persen limbah infeksius setiap hari. Abu dari limbah infeksius kita kirim ke kawasan pengolahan limbah industri (KPLI)," katanya.

Dia mengatakan, pengolahan limbah medis infeksius dilakukan di luar daerah sebab hingga saat ini belum ada di dalam daerah. Karena itu, pihak ketiga tidak bisa mengambil limbah medis setiap hari karena bisa berdampak pada biaya operasional.

"Jadi mereka mengambil satu kali sebulan bisa mencapai 4,5 ton. Karena sehari tersisa 150 kilogram limbah infeksius yang tidak bisa diolah di mesin insinerator kami dengan biaya untuk pihak ketiga Rp31.000 per kilogram," katanya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngeri! 7 Ton Limbah Medis RSUD Natuna Ditaruh Dekat Permukiman Warga

57 tahun lalu

Cek Lokasi Kebakaran TPA Terjun Medan,  Bobby Nasution Temukan Limbah Medis

57 tahun lalu

Ngeri, Puluhan Kantong Darah Bertuliskan HIV Berserakan di Tempat Sampah Bangkalan

57 tahun lalu

Pukesmas di OKI Buang Limbah Sembarangan, Dinkes Ungkap Faktanya

57 tahun lalu

Limbah Medis Jadi Perhatian Serius, Sekda Gorontalo Usulkan Bentuk Satgas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal