Pria asli Bima ini menambahkan, tim yang ditugaskan nantinya sekaligus akan menyiapkan dokumen Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) beserta Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
Investor sangat serius dan saat ini sedang mengurus administrasi untuk transfer dana karena prosesnya cukup panjang.
"Informasinya mereka sedang mengurus transfer dana dari Tiongkok," imbuhnya.
Ditambahkan, rencana pembangunan kereta gantung ini awalnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng dan dilanjutkan Pemerintah Provinsi NTB.
Saat ini yang ditunggu adalah izin bangunan gedung atau Izin Membangun Bangunan (IMB) dari Pemkab Loteng.(*)