Kondisi itu juga diduga sebagai salah satu pemicu aksi anarkistis siswa SMPN 14 Mataram. Terlebih, ada papan pembatas antara SDN Model dan SMP 14.
Lina mengaku kewalahan membendung aksi anarkistis siswanya. Apalagi jumlah gurunya yang mencapai 50 orang sebagian beraktivitas di luar sekolah tidak bisa menghalangi siswa.
Terkait itu, Lina Yeti Budiasih akan berupaya maksimal mengontrol anak muridnya agar tidak lagi melakukan kerusuhan di lingkungan sekolah.
Diketahui, peristiwa penyerangan siswa SMPN 14 Mataram tersebut memicu gelombang protes di media sosial. Tidak sedikit netizen yang mencibir kelakuan siswa SMPN 14 Mataram. Aksi anarkistis siswa SMPN 14 Mataram terekam video dan viral setelah menyebar luas di media sosial.
Siswa yang notabene masih menggunakan seragam sekolah dengan bringas merusak papan pembatas sekolah. Ada juga yang merengsek masuk ke dalam kelas dan merusak fasilitas sekolah. Itu terjadi saat siswa SDN Model Mataram sedang belajar.
Tidak sedikit siswa/siswi SDN Model Mataram yang menjerit ketakutan. Mereka berhasil dievakuasi oleh gurunya ke tempat aman. Selanjutnya pihak guru memanggil orang tuanya untuk dijemput.