Demonstrasi yang berlangsung lebih kurang lima jam mendapat pengawalan ketat aparat. Mahasiswa yang terdiri atas gabungan sejumlah kampus baik Universitas Mataram, Universitas Bumi Gora, Universitas Ngeri Mataram terus bertahan di depan Kantor DPRD NTB di Jalan Udayana Mataram.
"Satu komando, jangan ada yang terprovokasi. Kita berjuang untuk rakyat," ujar Martoni Idham selaku koordinator umum aksi demonstrasi.
Mahasiswa menggelar aksi lanjutan untuk memprotes kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka mendesak Ketua DPRD NTB melanjutkan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat.
Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Ruapeda menemui masa aksi menuturkan jika semua aspirasi mahasiswa terkait penolakan kenaikan harga BBM sudah disampaikan kepada pemerintah pusat. Sebagai wakil rakyat, pihaknya tetap berpihak kepada rakyat.
"Semua aspirasi rakyat termasuk aspirasi mahasiswa kami tampung," ujar Isvie di depan demonstran.
Isvie bahkan menemui demonstran di bawah derasnya hujan. Mahasiswa akhirnya membubarkan diri pada pukul 14.35 wita. Mahasiswa berjanji akan terus turun ke jalan untuk berdemonstrasi menuntut hak-hak rakyat.