Jangan sampai, katanya, orang Indonesia karena kurang minat membaca menjadi bangsa seperti peribahasa “tong kosong nyaring bunyinya” atau dapat diartikan banyak omong tapi tidak ada isinya.
“Sementara kita sangat aktif di media sosial. Kalau di media sosial, kita luar biasa nomor 5 di dunia. Anak-anak sekarang handponenya sampai dua. Ini harus kita perbaiki. Jangan sampai kita menjadi bangsa tong kosong nyaring bunyinya,” tegas Ma’ruf.
Ma’ruf meminta agar minat membaca generasi muda Indonesia ditingkatkan. Apalagi, membaca juga katanya bukan hanya perintah negara tetapi perintah agama.