Pada kesempatan ini, dia juga telah berdialog dengan BPBD Provinsi Maluku Utara, Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah Halmahera Barat, BPBD Halmahera Barat dan Forkopimda setempat terkait langkah-langkah awal penanganan pascaerupsi.
“Hari ini telah diskusi apa yang harus disiapkan apabila status level IV ini masih terus berlanjut. Masyarakat juga akan mendapatkan pengungsian yang layak,” kata Raditya.
Tim BNPB kemudian meninjau pos pengamatan Gunung Api Ibu untuk mengetahui kondisi terkini dan penjelasan dari tim PVMBG yang bertugas.
“Kami selalu berkoordinasi dengan pos pengamatan ini. Masyarakat jangan panik dan tetap ikuti informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah,” ucapnya.
Tinjauan dilanjutkan dengan melihat fasilitas dan berdialog dengan pengungsi yang berada di Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu, Kecamatan Ibu.
Pada pos pengungsian itu, warga mengaku telah mendapatkan fasilitas yang cukup baik, seperti kebutuhan permakanan sudah terpenuhi dan tenaga kesehatan juga telah tersedia untuk melayani pengungsi.
Gunung Ibu juga teramati masih terus erupsi dengan variasi ketinggian kolom 400 meter sampai 1.500 meter dari atas kawah. Adapun letusan tertinggi 1.500 meter terjadi pukul 15:44 WIT. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.