TERNATE, iNews.id - Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Lintas Trans Halmahera di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menggelar aksi mogok kerja di dermaga Bastiong kota setempat. Aksi ini dilatarbelakangi mahalnya biaya rapid test untuk memperoleh surat keterangan sehat.
Dalam kesehariannya, ratusan sopir truk ini mengangkut bahan pangan antarkabupaten di wilayah Malut. Lantaran mereka mogok kerja, proses pengangkutan berbagai logistik di penyeberangan kapal feri Kota Ternate ini terganggu.
Koordinator Sopir Lintas Trans Halmahera, Syahril Sarifudin, para pengemudi ini kesulitan mendapatkan surat keterangan sehat dari Gugus Tugas Kota Ternate. Padahal untuk memasuki suatu wilayah, mereka diharuskan menunjukkan surat keterangan sehat.
Namun untuk mendapat surat tersebut, mereka harus menjalani rapid test. Sayangnya, biaya repid test dinilai mahal.
“Para sopir tidak sanggup membayar biaya rapid test sebesar Rp600.000 per orang. Nominal ini dinilai sangat memberatkan,” kata Syahril.