“Korban baru pulang ibadah Minggu dan melihat pelaku tengah mengemas pakaian. Korban menanyakan mau kemana dan pelaku menjawab mau ke Ambon," kata kapolres.
Korban sempat menyarankan pelaku untuk mengurusi surat-surat sebagai syarat perjalanan. Namun, pelaku tidak memberikan respon dan kembali meminta uang.
Korban mengaku tidak memiliki uang sehingga pelaku kesal dan langsung melakukan penganiyaan. Pelaku memukul dengan tangan hingga korban tersungkur.
Tidak puas dengan kepalan tangan, pelaku kemudian mengambil benda tajam dan terus melakukan aksi penganiayaan terhadap ibu kandungnya. Korban sempat diselamatkan oleh nenek pelaku (ibu kandung korban).
“Namun pelaku mengambil sebilah parang dan mengejar korban hingga keluar rumah," kata kapolres.