Sementara gempa M2,9 terjadi pukul 08.35 WIB. Pusat gempa berada di darat, berjarak 25 km dari arah Timur Laut Ambon dengan kedalaman 10 km. Getaran dirasakan dalam skala intensitas III MMI di Ambon.
Episenter gempa berlokasi di titik koordinat 3,53 LS dan 128,30 BT. Pusat gempa berada di darat, 25 km dari arah Timur Laut Ambon. Kedalaman gempa mencapai 10 km dan dirasakan dalam skala intensitas III MMI di Ambon.
Pada pukul 04.07 WIB sebelumnya, Ambon diguncang gempa Magnitudo 3,7. Episenter gempa bumi di koordinat 3,61 LS dan 128.37 BT. Pusat gempa berada di darat, 25 km dari arah Timur Laut Kota Ambon. Kedalaman gempa bumi 10 km. Gempa dirasakan dalam skala intensitas III MMI di Ambon.
Sementara pukul 01.38 WIB tadi, gempa Magnitudo 3,8 mengguncang Selatan, Kairatu. Gempa berlokasi di titik koordinat 3,43 LS dan 128.37 BT. Pusat gempa berada di darat, 10 km dari arah Selatan Kairatu. Kedalamannya 10 km. Gempa dirasakan dalam skala intensitas III MMI di Kairatu dan II MMI di Ambon.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly sebelumnya mengungkapkan, secara statistik, frekuensi kejadian gempa bumi di Ambon cenderung semakin mengecil sejak dilanda gempa M6,8 yang dimutakhirkan menjadi 6,5 pada Kamis (26/9/2019).
Dia menegaskan, isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua merupakan kabar tidak benar atau bohong (hoaks). Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi terjadinya gempa dengan tepat dan akurat tentang kapan, di mana, dan seberapa besar kekuatannya.
“Untuk itu masyarakat kami imbau agar tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya,” katanya.