Profil Bandara Pattimura Ambon, Dibangun Belanda hingga Dikuasai Jepang di Zaman Penjajahan

Ajeng Wirachmi
Profil Bandara Pattimura Ambon, Dibangun Belanda hingga Dikuasai Jepang di Zaman Penjajahan (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id - Profil Bandara Pattimura akan dibahas dalam artikel ini. Bandara berskala internasional ini terletak di kota Ambon, Maluku.

Pada triwulan kedua tahun 2021, Bandara Pattimura menduduki peringkat ketiga di Asia Pasifik dalam kategori bandara dengan kapasitas kurang dari 2 juta penumpang per tahun.

Profil Bandara Pattimura Ambon

Melansir laman resmi pemerintah Kota Ambon, skor yang didapat Bandara Pattimura sebesar 4,89. Angka ini mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan triwulan pertama 2021 dengan skor 4,65. 

Bandara Pattimura dibangun pada tahun 1939 oleh pemerintah kolonial Belanda dengan nama lapangan terbang Laha Ambon. Ketika Jepang mengambil alih kekuasaan di tahun 1942, bandara ini dikuasai sepenuhnya oleh Jepang dalam usahanya melawan pasukan sekutu di Perang Dunia II.

Pemerintah Indonesia baru berhasil merebut bandara ini setelah kemerdekaan tahun 1945.  Berdasarkan surat keputusan bersama beberapa pihak, seperti Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Menhankam/Pangab, Bandara Pattimura resmi ditetapkan sebagai lapangan terbang militer TNI AU Lanud Pattimura. Mulai tahun 1975, berbagai pesawat asing seperti Airnorth dari Darwin mulai mendarat di bandara tersebut hingga tahun 1998. 

Pengelolaan Bandara Pattimura pindah ke tangan PT Angkasa Pura (Persero) pada 11 Oktober 1995. Saat dikelola PT Angkasa Pura, bandara tersebut berstatus sebagai bandara kelas I. Proyek pengembangan Bandara Pattimura diresmikan dan mulai berjalan pada 3 Maret 2004. 

Sejarah Nama Bandara

Satu hal yang tidak boleh terlewat ketika membicarakan Bandara Pattimura adalah asal usul namanya. Nama bandara tersebut diambil dari nama pahlawan nasional Indonesia asal Maluku, Thomas Matulessy atau yang lebih dikenal dengan Kapitan Pattimura. Dia merupakan orang yang sangat gigih melawan penjajahan Belanda di tanah kelahirannya, Maluku.

Pattimura lahir di Desa Haria, Saparua, Maluku, pada 8 Juni 1783. Pattimura memiliki darah bangsawan dari sang ayah, Kasimiliali Pattimura Matulessy yang merupakan keturunan bangsawan dari Nusa Ina atau Seram. Bahkan, keluarga Pattimura memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Kerajaan Sahulau di Teluk Seram Selatan.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pekerja Migran asal Kebumen Tewas Ditikam di Jepang, Keluarga Minta Jenazah Dipulangkan

57 tahun lalu

Bom Aktif Peninggalan PD II Dimusnahkan di Biak Numfor, Cegah Insiden Ledakan Berulang

57 tahun lalu

Update Ledakan Bom Sisa Perang di Biak, SAR dan Gegana Temukan 32 Potongan Tubuh

57 tahun lalu

Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Rusak 12 Rumah dan Gereja, 5 Tewas 19 Luka

57 tahun lalu

Kondisi Terkini Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak, 55 Warga Mengungsi karena Trauma

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal