Mengantisipasi situasi keaman di Kedaton Kesultanan Ternate, Polda Maluku Utara dan Polres Ternate dibantu unsur TNI menerjunkan sebanyak 339 personel disertai mobil taktis untuk memberikan penjaagan di sekitar keraton.
Sementara itu, proses ritual adat dilaukan melalui tahapan pelaksanaan hadrat dari Imam Sigi Lamo, Sigi Cim, dan Sigi Heku atau perangkat di Masjid Kesultanan Ternate dengan para mufti kesultanan. Setelah itu, diserahkan gelar kepada Hidayatullah Mudafar Sjah. Acara dimulai dengan penyematan stampa atau mahkota ke kepala Hidayatullah Mudafar Sjah yang dilakukan oleh Kiemalaha Marsaoly H Ahmad Dano Natsir.
Usai dikukuhkan, Sultan Ternate Hidayatullah Mudafar Sjah akan mengusulkan kepada tiga sultan di Maluku Utara untuk melaksanakan Konferensi Moti ke-II dalam rangka menyikapi situasi nasional dan lokal terutama dalam pengembangan eksistensi kesultanan dalam bingkai NKRI.
“Berdasarkan sejarah panjang kesultanan di Maluku Utara pada tahun 1322 silam, keempat kesultanan ini menggelar konferensi moti I untuk membicarakan terkait dengan eksistensi empat kesultanan tersebut,” katanya.
Selain itu, sebagai Sultan Ternate ke-49, Hidayatullah Mudafar Sjah juga akan melakukan berbagai program baru seperti menjaga lingkungan, seruan seluruh masjid harus terus berzikir karena hak-hak adat merupakan hak mutlak.
Sehingga hak milik Kesultanan Ternate selama 800 tahun itu harus dihormati oleh bangsa agar ada sinergi antara kesultanan sebagai mitra pemerintah dalam rangka memakmurkan masyarakat di maluku utara. “Kami juga akan bersama pemerintah daerah untuk mendorong progam vaksinasi yang saat ini terus digenjot,” katanya.