"Pertempuran ini tidak murah, tapi menyerah terhadap serangan akan lebih mahal," kata Biden.
AS telah mengirim 5.500 rudal Javelin ke Ukraina sejak dimulainya perang pada 24 Februari. Pada kesempatan itu Biden juga bercerita kepada sekitar 300 pekerja Lockheed Martin tentang seorang ibu Ukraina yang memberi nama bayinya Javelin sebagai bentuk penghormatan.
Dia juga menyamakan para pekerja itu dengan pendahulu mereka yang memproduksi senjata saat Perang Dunia II untuk melawan tentara Jepang dan Nazi.
"Selama Perang Dunia II, Amerika Serikat dikenal sebagai 'gudang demokrasi'. Anda sedang melakukannya. Anda benar-benar sedang melakukannya. Anda telah membuat perbedaan besar bagi anak-anak yang malang, berada di bawah tekanan dan daya tembak sangat besar (dari Rusia)," katanya.
Menurut Biden, setiap rudal Javelin yang ditembakkan ke tank Rusia berarti para pekerja telah mengubah kehidupan banyak warga Ukraina.
“Kita membuat senjata dan peralatan yang membantu mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan di Eropa bertahun-tahun yang lalu. Itu terulang lagi hari ini," tuturnya.
Biden pekan lalu mendesak Kongres untuk segera menyetujui paket bantuan terbaru untuk Ukraina yang jumlahnya sangat fantastis yakni 33 miliar AS atau sekitar Rp477 triliun. Sebagian besar dari dana itu diberikan dalam bentuk persenjataan. Sisanya untuk mengisi kembali kebutuhan militer AS yang dikirim ke Ukraina.