Diketahui, kedua kubu Kesultanan Ternate ini telah berulang kali terlibat konflik saat Hidayatullah Sjah. Berawal saat Hidayatullah Sjah dikukuhkan sebagai Sultan Ternate ke-49 dan mendapat protes dari saudara-saudaranya karena menilai tidak melalui tahapan sesuai dengan mekanisme dalam Kesultanan Ternate.
Polres Ternate dibantu personel Brimob Polda Malut kemudian melerai konflik keduanya menyusul adanya penolakan atas penobatan Hidayullah Sjah sebagai Sultan Ternate ke-49.
Akibat dari konflik ini, seorang perangkat adat dari pihak Fala Raha bernama Zulkifli Marsaoly Jogugu mengalami luka-luka di bagian kepala. Dia mendapat pukulan dari massa pendukung Sultan Ternate Hidayatullah Sjah di depan pintu masuk Kedaton Kesultanan Ternate.
Dalam pertemuan mediasi ini, Forkopimda yang dihadiri yakni Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, Dandim 1501 Ternate beserta Kapolres. Forkompinda menyampaikan berbagai imbauan yang intinya agar dua kubu berkonflik bisa menahan diri sehingga tidak mengganggu suasana di bulan suci Ramadan.