Komnas HAM Investigasi Kasus Penembakan 18 Warga di Tamilou Maluku Tengah

Riezky Maulana
Ilustrasi penembakan (Antara)

Dia mengatakan, kasus yang terjadi di Tamilou merupakan persoalan hukum, namun melibatkan hal kultural. Jika tak diatasi, kasus ini akan terus terjadi secara berkepanjangan. 

"Karena kami melihat kalau ada pendekatan hukum tapi enggak ada penyelesaian kultural di antara masyarakat, itu konfliknya akan terus berkepanjangan," ucapnya. 

Diketahui, sebanyak 18 warga Tamilou, Maluku Tengah tertembak oknum anggota polisi. Insiden ini terjadi diduga karena rebutan senjata api. Peristiwa ini terjadi di Desa Tamilou, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, Selasa (7/12/2021) pukul 05.20 WIT. Warga sudah mendatangi Polda Maluku Utara untuk meminta pertanggungjawaban kasus tersebut.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar saat Pulang Kuliah

57 tahun lalu

Polisi di Surabaya Kena Prank Ultah, Tangan Diborgol hingga Dievakuasi Damkar

57 tahun lalu

Proyektil Peluru Ditemukan di Kamar Rumah Warga Batam, Polisi Turun Tangan

57 tahun lalu

Korban Penembakan di Kembru Papua Bertambah Jadi 12 Orang, 1 di Antaranya Anak-Anak

57 tahun lalu

Pemasok Senjata KKB Papua Ditangkap di Pasar Sentral Sarmi, Ini Rekam Jejaknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal