Pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) dari Brigjen Edi kepada Kombes Arif akan dilaksanakan dalam waktu dekat, menunggu arahan dan perintah dari kepala BNN.
Sebelumnya, Kepala BNNP Malut dijabat oleh Brigjen Pol Edi Swasono, namun kini menempati posisi baru sebagai Kepala BNNP Kalimantan Tengah. Selama memimpin, Brigjen Edi memiliki capaian kinerja yang cukup tinggi dengan menurunnya angka prevalensi penyalahgunaan narkoba.
Angka tersebut sebelumnya 13.181 (1,85 persen) turun menjadi 3.000 (0,50 persen) penyalah guna narkoba yang merupakan hasil penelitian BNN dengan lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) dan pusat penelitian kesehatan Universitas Indonesia (UI).
Selain itu, tahun 2020, BNNP Malut memperoleh juara pertama capaian kinerja pelaksana anggaran terbaik di antara 34 BNNP se-Indonesia. Keterlibatan pemerintah daerah, kabupaten/kota dalam menjalankan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) cukup signifikan.
Salah satunya dengan terbentuknya tim terpadu P4GN di Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Halmahera Selatan. Tugas tim ini untuk mensinergikan program pencegahan dan pemberantasan Narkoba antara BNN dengan pemerintah kabupaten/kota.
Dari capaian prestasinya, Brigjen Edi kini dipromosikan menjadi kepala BNN Kalimantan Tengah yang memiliki tantangan berbeda dengan Malut yang merupakan wilayah pesisir. Kalimantan Tengah dinilai memiliki tingkat peredaran narkoba cukup tinggi.