Namun sang ayah inilah yang menjadi sosok di balik pencapaian Nono hingga saat ini. Dia rutin untuk membimbing dan mengajari anaknya belajar berhitung.
"Rutinitas anak saya setiap hari bangun pagi pukul lima. Dia baca Alkitab, berdoa lalu mempersiapkan diri ke sekolah. Bila sempat, pagi hari sudah mengerjakan soal hitungan matematika dan kami bimbing," ujar Rafli kepada iNews, Kamis (19/1/2023).
Menurutnya, sang anak punya kecepatan berhitung yang terus diasah dengan belajar secara rutin.
"Seringkali juga kami batasi mainnya biar bisa fokus belajar," katanya.
Nono yang baru kelas 2 SD sudah bisa menghitung cepat, baik perkalian, pertambahan maupun pembagian di pecahan puluhan. Dia menjentikkan jarinya sebagai metode menghitung.
Namun memang untuk hitungan pecahan ratusan hingga ribuan, masih membutuhkan bantuan alat tulis untuk perkalian dan pembagian secara cepat.