Jeferson Tamu Ama mengaku dia baru mengetahui adanya perusakan patung baru-baru ini. Bahkan patung terbesar karyanya kini tanpa kepala. Diduga pelaku perusakan menggunakan benda keras hingga pahatan patung ini hancur berkeping-keping.
“Karena kejadian ini, saya mengambil keputusan menutup sementara spot ini sampai dengan waktu yang nantinya akan ditentukan. Saya juga sudah ke kantor polisi membuat laporan,” katanya dikutip dari iNewsSumba, Rabu (1/2/2023).
Diketahui, Piarakuku Hills merupakan konsep objek wisata yang memadukan eksotika sabana dan perbukitan khas Sumba. Pengunjung yang datang seakan berada dekat dengan langit.
Terkait kejadian ini, Bupati Sumba Timur Khristofel Praing turut mengecam perusakan 11 patung batu pahatan khas Sumba di spot Piarakuku Hills (Palindi Piarakuku).
“Sungguh disayangkan kerusakan yang terjadi apalagi karena ulah manusia yang tidak menghargai estetika juga hasil karya seni yang tinggi dan luhur itu,” kata Khristofel.
Bupati meminta aparat hukum bertindak cepat, tepat dan tegas merespons laporan Jeferson Tamu Ama selaku inisiator dan kreator spot wisata tersebut.
“Saya harap mudah-mudahan pelakunya segera terungkap dan ditangkap," ucapnya.