“Kami akan kembali menelusuri seluruh fakta, termasuk keterangan dari korban selamat yang tentu memiliki nilai penting karena mengalami langsung kejadian tersebut. Ini menjadi rujukan yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan informasi yang tidak bersumber dari pengalaman langsung,” katanya.
Selain itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Isu yang tidak jelas kebenarannya dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi.
“Informasi yang tidak didasarkan pada fakta atau pengalaman langsung perlu disikapi dengan hati-hati. Jangan sampai isu yang tidak jelas justru memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ucapnya.
Kapolda juga memastikan hingga saat ini tidak ada bukti yang mengarah pada keterlibatan kelompok masyarakat desa tertentu. Polisi masih terus mengumpulkan fakta di lapangan.
“Kami tegaskan, tidak ada histori yang menyebutkan pelaku berasal dari warga atau masyarakat desa tertentu. Termasuk dalam kasus terbaru ini, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana,” ujarnya.