“Harga kopra sekarang ini hanya Rp2.200 per kg. Harga sangat tidak wajar karena tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan tidak mencukupi biaya produksi. Kami petani tidak bisa membayar biaya sekolah anak-anak,” katanya.
Bahrun meminta pemerintah segera mengintervensi pasar dengan menetapkan harga kopra sebesar Rp7.000-8.000 per kg.
Sementara itu, sejumlah pengendara mengaku kecewa karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya akibat jalan diblokade warga.
Sebagian pengguna jalan memilih memutar balik, sementara lainnya memilih menunggu hingga akses jalan kembali dibuka. “Saya jadi terlambat kerja karena jalan diblokir,” ucap Ivan, pengguna jalan.