DPRD Maluku Minta Polisi Transparan soal Kasus Peti Kemas Jatuh di Laut, terkait Tambang?

Antara
Proses evakuasi kontainer yang jatuh di kawasan perairan Pelabuhan Namlea, Buru. (ANTARA)

AMBON, iNews.id - Polisi diminta transparan dalam kasus peti kemasjatuh ke laut yang menyebabkan ratusan ikan mati di perairan Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku. Hal ini disampaikan anggota DPRD Maluku Michiel Tasaney.

Dia meminta Polda Maluku dan Polres Pulau Buru transparan dalam mengusut tuntas jatuhnya peti kemas diduga berisi Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tersebut.

"Apa pun isi peti kemas itu, entah sianida atau B3 yang jatuh dari sebuah kapal pengangkut ke laut telah menyebabkan kawasan perairan sekitar Pelabuhan Namlea tercemar," ujar Michiel, Selasa (4/4/2023).

Menurutnya, pencemaran laut itu bisa dibuktikan dengan kematian ratusan ikan secara mendadak di sekitar lokasi tersebut.

"Polisi harus menginvestigasi dan mengusut bahan kimia berbahaya tersebut, baik pemilik atau pun pihak yang telah memasok atau mengirimnya," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Taman Bukit Daun, Bekas Lahan Tambang yang Jadi Objek Wisata di Tuban

57 tahun lalu

Dorong Kerja Sama Industri Tambang Asia-Afrika, Bauxite Club Dibentuk

57 tahun lalu

Penimbangan Peti Kemas Ekspor Libatkan Biro Klasifikasi Indonesia

57 tahun lalu

Pelabuhan Tanjung Priok Akan Terapkan Sistem Inapornet

57 tahun lalu

Gubernur: Penambang di Gunung Botak Diberi Waktu Sebulan untuk Keluar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal