Cegah Bentrok Susulan di Maluku Tenggara, TNI Dirikan 9 Pos di Titik Rawan Konflik

Antara
Komandan Kodim (Dandim) 1503 Tual, Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya. (Foto: Antara)

Menurut Dandim, persoalan atau konflik sosial yang terjadi saat ini tidak akan terjadi jika warga menyikapi dengan pikiran positif.

Bentrokan antarwarga terjadi pada 12 November 2022 dipicu konflik lahan warga Ohoi Elath dengan Ohoi Bombay yang akhirnya menyebar ke sejumlah desa lain. Akibatnya, dua warga meninggal dunia, puluhan warga luka-luka, puluhan bangunan rumah, dan sekolah rusak dibakar.

Menurut Yudha, saat ini pembangunan sudah banyak dilakukan pemerintah di wilayah Kei Besar sehingga jangan diganggu dengan hal-hal yang mengarah ke negatif.

"Sangat disayangkan jika konflik sosial terus terjadi," kata Yudha.

Dalam proses mediasi, lanjutnya, TNI akan membantu Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Apa pun bentuknya saya akan mencurahkan perhatian kepada warga, khususnya di wilayah Kei Besar," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku Tenggara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Fakta Baru! Motif Dendam di Balik Pembunuhan Nus Kei Ketua Golkar Maluku Tenggara

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Tampang 2 Terduga Pembunuh Nus Kei Ketua Partai Golkar Maluku Tenggara

57 tahun lalu

Motif Penikaman Tewaskan Nus Kei Ketua Partai Golkar Malra, Ini Kata Polisi

57 tahun lalu

Kapolda Maluku Perintahkan Usut Tuntas Penikaman Nus Kei Ketua Partai Golkar Malra

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal