Sementara itu, warga Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara yang bermukim di daerah pesisir mengungsi dan memilih bertahan sementara di dataran tinggi pascagempa berkekuatan 7,2 SR. Mereka khawatir gempa besar tersebut disertai gelombang tsunami.
Warga Labuha, Muslim Pora menjelaskan, gempa yang melanda terasa kuat sekali mengakibatkan pintu dan jendela rumah berbunyi keras, bahkan gelas yang berada di atas meja sampai berjatuhan ke lantai.
Setelah gempa, warga langsung bergegas mengungsi ke daerah ketingggian seperti daerah Hidayat dan Papaloang karena khawatir terjadi tsunami, apalagi hingga saat ini gempa susulan masih terus mengguncang wilayah itu.