"Kami kumpulkan data kemudian melaporkan ke pimpinan pusat mengenai berapa jumlah kerugian, selanjutnya menyampaikan hasilnya ke pihak direksi PT Mutiara Pertiwi I yang merupakan perusahaan swasta kapal ferry KMP City Line," katanya.
Dia berharap agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan PT Mutiara Pertiwi I sehingga pembangunan dermaga I bisa kembali dibangun untuk mendukung kelancaran aktivitas pelayaran penumpang dan muatan tujuan antarpulau, baik untuk wilayah Malut maupun rute Ternate tujuan Bitung, Sulawesi Utara.
Sebelumnya, pada 17 Mei kemarin PT ASDP kantor pusat menurunkan tim untuk mengidentifikasi penyebab insiden tabrakan kapal Ferry KMP City Line yang menabrak dermaga I tersebut.
"Pihak kami membutuhkan waktu sekitar 1 minggu untuk menyimpulkan hasil dalam identifikasi tabrakan dermaga itu, kemudian akan melaporkan ke pimpinan atas," kata Manager Pemeliharaan Pelabuhan dan Fasilitas PT ASDP Kantor Pusat Ni Komang Triana Dewi Wulandari.