Dia mengatakan, gambar telapak tangan kiri tanpa jari telunjuk tersebut ditemukan terasosiasi dengan gambar cap tangan lainnya di dinding gua, dan terlihat berbeda secara spesifik dengan gambar-gambar cadas yang pernah ditemukan di Kepulauan Maluku.
Kendati hanya satu gambar, penemuan itu diduga ada kaitannya dengan proses okupasi manusia purba di Kepulauan Maluku dan Papua, karena secara geografis kedua wilayah tersebut terhubung dalam zona Wallacea, Dangkalan Sahul dan Paparan Sunda yang membentuk keragaman biogeografis Asia Tenggara.
Wallacea merupakan gugusan kepulauan Nusa Tenggara, Sulawesi dan Maluku, zona ini terletak di antara celah yang terbentuk oleh Paparan Sahul yang meliputi lempeng landas kontinen benua Australia-Papua, dan Paparan Sunda yang terdiri dari daratan Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
"Kemungkinan ada kaitannya, kami masih harus menganalisis lagi. Tinggalan budaya masa lampau ini mungkin saja bisa memberikan perspektif baru dalam upaya penelitian mengenai migrasi manusia purba," ucap Lucas.