Iwan yang duduk di Komisi I DPRD Maluku Tenggara pun tak tinggal diam. Dia cekatan menyiapkan speedboat besar untuk membawa pasien ke rumah sakit dengan perjalanan laut 4,5 jam.
"Saya putuskan, oke saya yang cari transportasi'. Saya hubungi (pemilik kapal) yang besar, saya pakai untuk antar. Kita, Partai Perindo turun tangan untuk membantu. Itu konstituen kita yang harus dibantu," tuturnya.
Berkat kesigapan pria berusia 37 tahun itu, nyawa Bergita selamat, meski harus merelakan janin dalam kandungannya. Sehari-hari Bergita bekerja membantu suaminya sebagai buruh angkut pasir. Saat kejadian, dia tidak mengetahui dirinya sedang hamil 5 bulan.
Saat ini, Bergita sudah diizinkan pulang dari rumah sakit. Tetapi karena cuaca masih belum bersahabat, untuk 5-6 hari ke depan dia tinggal di rumah milik Iwan.
"Kebetulan rumah saya ada satu free Itu saya sediakan khusus untuk pelayanan, termasuk untuk konstituen kalau sedang ada perlu di ibukota kabupaten," kata Iwan.